POKDARWIS Desa Cilongok

Ketika waktu subuh tiba, angin sejuk berhembus mengalir disela daun padi, pagi itu cuaca masih berkabut tipis. Dari kejauhan terdengar suara adzan dari masjid Jami’ Al Baroqah, di sudut jalan Wijaya II,  yang berada di tepi desa Danareja, yang justru paling lantang, karena letaknya dekat dengan Rumah Wangsamijaya, padahal rumah ini letaknya berada di Desa Cilongok. Jalan Wijaya II merupakan penghubung antara dua desa bertetangga ini, dan desa desa disekitar desa Cilongok sebenarnya terhubung begitu dekatnya, dengan adanya jalan beraspal hotmix yang mulus.

Kesejukan terasa begitu membius, membuat seluruh raga terasa begitu nyaman untuk sejenak meregang disertai tarikan napas panjang, memenuhi rongga napas dengan udara segar dan bersih. Ahh… nikmatnya suasana seperti ini begitu mahalnya, karena harus ditempuh selama 5 jam perjalanan dari Jakarta, waktu tempuh yang sebenarnya sudah jauh lebih cepat sejak jalan toll mulai beroperasi.

Kenyamanan dan keindahan semacam ini, sebenarnya sangat mudah dan murah bagi warga desa, dan bahkan tidak ada harganya karena mereka sudah rasakan dalam kesehariannya, dimana waktu telah membius mereka begitu lama, seolah hanya menyisakan orang tua, wanita, anak anak dan orang cacat yang tetap bertahan di desa desa kita. Suasana murung dalam kemiskinan, yang bangkit hanya saat ada lebaran dan hari libur, dimana warga desa yang merantau sedang rindu dan pulang kekampung halaman. Namun tidak semua warganya akan pulang kekampung jika sudah sukses di rantau. Banyak yang sudah kehilangan akar keturunannya, sehingga enggan untuk kembali apalagi untuk pulang menetap dikampung.

Kondisi semacam ini, hanya bisa berubah jika desa Cilongok mau berubah.

Di jaman serba instan dan biaya hidup urban yang melelahkan, warga kota ingin menikmati suasana desa, dan bahkan ingin menetap jika ada kegiatan ekonomi yang kuat. Hal ini hanya bisa dilakukan jika ada yang mau memulai dan merintisnya dengan langkah langkah kecil yang sederhana. Ya.. kita bisa mulai dengan membangun kesadaran membentuk KELOMPOK SADAR WISATA, kelompok yang punya visi mengembangkan pariwisata desa, punya misi membangkitkan semangat warganya untuk membangun desanya agar menarik untuk dikunjungi, dan bahkan merencanakan berbagai produk layanan yang mampu mengundang dan menahan wisatawan untuk menikmati desa Cilongok dengan segala kelebihannya.

Ya… desa Cilongok punya segalanya… tapi hanya bisa terjadi jika warganya mau memulai….

Advertisements

About herusidik

Sedang belajar supaya bisa berguna buat sesama.
This entry was posted in Pemberdayaan Desa. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s