Belajar Organisasi

Judul diatas seperti mata pelajaran SMP, karena memang saya tujukan untuk para remaja sampai dewasa yang putus sekolah, dan merasa hidup itu sulit sehingga tidak punya daya dan kemampuan untuk bersaing di dunia kerja atau wirausaha.

Rasanya perlu untuk dikupas secara sederhana supaya mudah dicerna dan langsung praktek. 

Latar belakang materi ini terkait dengan keprihatinan saya setiap bertemu dengan para pemuda dan petani di desa Cilongok, rasanya mereka bangga punya perkumpulan komunitas dan ada yang sibuk jadi pamong desa sampai urusan partai dan organisasi kepemudaan.

Kelihatannya mereka sudah mampu berorganisasi dan justru saya yang harus belajar organisasi dari mereka. Itu sebabnya saya sempatkan untuk belajar dan bertemu serta diskusi tentang organisasi yang sudah ada dan sedang berjalan di lingkungan desa.

Awalnya saya terkesan saat mereka bercerita bagaimana kedudukan dan peran mereka dalam organisasi tersebut, namun saat muncul pertanyaan mengenai peran organisasi mereka bagi perekonomian desa dan perekonomian rumahtangga, kelihatan sekali kalo organisasi yang mereka bentuk hanya kepanjangan tangan dari sayap politik yang menggerakkan mereka dengan seragam organisasi yang harus dibayar, dan dalam komunitas desa, mereka hanya sibuk membuat kegiatan hiburan dan aksi jalan jalan bareng.

Mungkin tujuan organisasinya memang begitu. Membesarkan nama partai, membangun kekompakan dan ikatan persaudaraan, tapi tak lebih sekedar sayap politik untuk perolehan suara pemilu atau pilkada. Nah ini yang bikin saya prihatin.

Sebenarnya organisasi itu juga harus menjadi penggerak ekonomi jika punya tujuan ekonomi, tapi justru kelompok tani yang sudah ada tidak mampu menggerakan petani untuk maju dan berkembang. Kelompok tani hanya jadi kedok bagi eksistensi desa dalam menyalurkan bantuan pemerintah dan sumbangan dari CSR perusahaan. Rasanya kegiatan itu sama saja dengan kegiatan partai yang cari suara dengan bagi bagi sumbangan.

Ada beberapa warga yang punya impian dan harapan untuk membangun ekonomi desa, tapi saat bicara dengan pamong desa, tanggapannya mereka sibuk dengan pekerjaan rutin dan juga urusan ekonominya masing masing. Bahkan saat saya berikan dorongan untuk berorganisasi membangun desa, banyak yang meragukan kemampuan mereka sendiri untuk menjadi penggerak, karena sudah banyak para pengurus organisasi di desa ini yang juga aktif berorganisasi tapi malah tidak terlihat dampaknya pada perkembangan ekonomi desa.

Lantas apa yang salah….?

Bagi saya ini sebuah renungan panjang yang belun tahu juga jawabannya, namun setidaknya saya mencoba menyusun asumsi, bahwa kemampuan organisasi merupakan hal penting, karena walaupun banyak pengurus tapi organisasi baru bisa jalan jika ada yang menggerakkan. Sementara itu, masyarakat anggotanya juga akan tertarik untuk bergerak jika ada manfaatnya buat mereka.

Masyararakat desa sangat mengharapkan bantuan ekonomi, tapi mereka tidak mampu menggerakan ekonomi itu sendiri agar bantuan ekonomi menjadi tumbuh dan berkembang secara berkesinambungan.

Contoh nyata yang sering dikeluhkan adalah bantuan keuangan, bantuan bibit, bantuan pupuk dsb. Setelah dibantu, tidak ada cerita kelanjutannya seperti apa?

Nah dari asumsi bahwa organisasi itu penting, maka saya coba jabarkan arti organisasi itu sendiri.

1. Organisasi  merupakan kata benda, artinya sebuah perkumpulan orang atau lembaga yang punya tujuan dan kepentingan sama.

2. Bentuk kata kerja dari organisasi adalah organise atau mengatur dimana dalam setiap kegiatan, selalu ada proses yang teratur karena ada yang mengaturnya.

3. Kata dasar dari organisasi adalah organ, yaitu bagian tubuh dengan fungsi tertentu. Itu sebabnya organisasi yang utuh, punya susunan pengurus, dan biasanya pengurus itu dipilih dari mereka yang aktif dan punya pengaruh terhadap orang disekitarnya.

Dari tiga makna di atas, terlihat bahwa elemen organisasi meliputi, anggota, pengurus, dan tujuan, yang berkumpul dalam satu gerakan teratur dan rapih menuju suatu tujuan. Menggerakkan warga dalam sebuah organisasi desa butuh kepemimpinan, sementara itu definisi kepemimpinan itu sendiri merupakan bagian dari kepengurusan, yang terdiri dari para pemimpin. Anggotanya juga para kepala keluarga yang juga harus mampu memimpin keluarganya, bahkan pemimpin itu bisa pria atau wanita, sepanjang tujuan organisasi bisa diwujudkan, maka tidak ada salahnya jika kita sebagai anggota juga memiliki jiwa kepemimpinan agar kita tahu apa yang sedang kita kerjakan.

Contoh jika ada lima orang kuli bangunan, yang sedang membangun istana. Lalu diminta menjawab pertanyaan: “Apa yang sedang anda lakukan?”

Tentu jawabannya akan menggambarkan kualitas kepemimpinan mereka. Jawabannya bisa berbunyi sbb:

  1. Hidup saya susah, apa anda gak lihat apa yang sedang saya kerjakan.
  2. Saya sedang kerja kuli untuk cari makan.
  3. Saya sedang membangun istana.
  4. Saya sedang belajar membangun istana, agar saya bisa membangun istana saya sendiri.
  5. Saya bangga bisa berperan membangun istana ini sehingga saya bisa ikut belajar dan menjadi bagian dari sejarah untuk membangun kemajuan negeri ini.

Berdasarkan jawaban tersebut di atas, bisa kita rasakan latarbelakang yang mendorong mereka bekerja, dan apa tujuan mereka bekerja.

Mereka yang sibuk mengeluh dan sibuk bekerja sudah pasti akan menghasilkan hasil karya yang berbeda. Apalagi jika kita bekerja dengan penuh impian membangun diri sendiri dan membangun negeri, tentu disana ada KEGILAAN pada sebuah makna kehidupan. Ada sebuah tujuan yang hakiki dan sarat makna bagi perkembangan pola pikir kita sendiri.

Untuk melanjutkan diskusi ini, yuk buat warga desa Cilongok, mampir ke group Laskar Cilongok, biar diskusinya tambah seru.

Advertisements

About herusidik

Sedang belajar supaya bisa berguna buat sesama.
This entry was posted in Organisasi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s