Modul Usaha Untuk Desa Cilongok

Modul budidaya yang saya posting di sini, bisa didownload (klik tulisan biru) dan dipelajari. Isinya cukup bermanfaat, ada pesan sponsornya, tapi gak ada salahnya untuk dicoba, karena harga juga relatif murah, yang mahal justru karena kita tidak punya kemauan. Silahkan dipelajari, dan disesuaikan dengan kondisi setempat. Jika ada hal yang ingin ditanyakan, bisa posting disini.

Cilongok adalah desa yang makmur dan subur, hanya saja belum dikelola dengan maksimal. Seandainya seluruh warga Cilongok mau membantu saya mengembangkan desa ini, insyaAllah, dalam waktu kurang dari 2 tahun, sudah bisa punya kandang komunal untuk sapi, kambing dan ayam, jadi tidak harus semua orang punya kandang sendiri, tapi kita sewa lahan dan kita berbagi luasan kandang untuk mengurus ternak masing masing, dan kalo ada kunjungan mantri hewan, kita bisa dapat layanan paling duluan karena populasi peternak yang terpusat.

Begitu juga untuk pembuatan kolam ikan air tawar, sebenarnya kalo ada yang punya tanah dengan debit air berlimpah, bisa dimanfaatkan sebagai kolam komunal, dimana setiap orang bisa memanfaatkan kolam terpal dengan ukuran yang sudah ditentukan.

Apalagi jika, seluruh padi dan tanaman dikelola secara ORGANIK, tentu harga jual produk padi akan sangat mahal, dan istimewa, bahkan bisa dibuatkan sertifikat bahwa produk dari desa Cilongok adalah produk sehat.

Bagi yang berminat untuk diskusi dan merencanakan kemajuan desa Cilongok, silahkan kumpul saat acara latihan kuntulan di rumah Wangsamijaya.

Bagaimana….?

  1. Penggemukan sapi potong – Penggemukan sapi, sudah dikerjakan oleh beberapa warga desa Cilongok, salah satunya adalah kandang milik Haji Bambang Guru. Silahkan dipelajari bagaimana keuntungan yang diperoleh dari penggemukan sapi, dan bagi yang tidak punya tempat, mungkin bisa “nitip” atau berbagi kandang dengan pemilik kandang, sehingga proses perawatan kandang dan pemeliharaan sapi bisa dikerjakan bersama sama.
  2. Penggemukan kambing potong – Untuk penggemukan kambing, saya lihat juga sudah ada, namun saya belum pernah mengunjunginya. Antara lain di tempat putranya pak Tarjono, yang bernama Zainal, dimana dia hanya memelihara 4 ekor kambing, dan potensinya sangat baik, hanya saja lahannya memang terbatas.
  3. Budidaya ikan Lele kolam terpal – Budidaya ikan, belum ada yang benar benar berjalan di desa Cilongok, tapi saya lihat ada kolam pemancingan, yang bisa dimanfaatkan untuk ternak lele. Bahkan bisa jadi kolam komunal jika mau menyewakan lahannya untuk pembudidaya lain yang tidak punya lahan.
  4. Budidaya lada – Prosesnya baru saja dimulai, terutama di Rumah Wangsamijaya, dimana sekitar rumah tersebut, ditanam Lada dan Durian, sementara ini sedang diserang uret, dan nanti akan dirawat secara organik, sehingga tidak ada insectisida yang digunakan dalam pembasmian uret ini.
  5. Budidaya Padi Organik – Padi Organik, belum pernah dikembangkan di desa Cilongok, karena kawasan budidaya padinya hanya memiliki sumber air bersama yang mengalir dari petak sawah lain, maka untuk bisa mengembangkan padi Organik, kita semua harus punya cara tanam dan penggunaan pupuk yang sama. Misalnya pola tanam kita atur bersama, pencegahan hama dengan asap cair yang dihasilkan dari pembuatan arang sekam, lalu pemasarannya dilakukan bersama dengan satu merek padi, misalnya ‘Padi Organik Wangsamijaya’, sehingga harganya bisa mencapai Rp20-40rb per Kg.
  6. Budidaya Cabai – Budidaya cabe juga sudah pernah dilakukan, tapi tidak ada yang berhasil saat musim hujan. Mungkin harus dikembangkan budidaya cabe dengan metode green-house, sehingga semua tanaman terlindungi dari hujan.

Semua, modul di atas, akan bermanfaat jika kita coba dan kita kembangkan lebih jauh, melalui komunikasi dan diskusi antar petani. Kekompakan dan semangat untuk bekerja sama akan membuat seluruh desa akan menikmati kemakmuran. Jika kita mau mencoba untuk mulai bergerak dalam satu irama.

Ayo kita mulai…   Semoga bermanfaat.

 

Advertisements

About herusidik

Sedang belajar supaya bisa berguna buat sesama.
This entry was posted in Wirausaha and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s