Membangun pariwisata desa Cilongok

Terinspirasi oleh beberapa tulisan, diskusi dan hasil kunjungan ke berbagai tempat wisata, saya terusik dengan berbagai kelemahan yang merugikan keunggulan masing masing kawasan wisata tersebut. Dari pengalaman tersebut, saya tahu bahwa sumberdaya manusia sangat mempengaruhi suksesnys kawasan wisata tersebut. 

Dibutuhkan satu langkah penting yakni membentuk komunitas atau tim kecil yg punya minat dan harapan yg sama untuk membangun kawasan wisata. Beberapa tempat membentuk komunitas sadar wisata, dan ada juga yg mulai dengan koperasi wisata.

Pertanyaannya: Ada yg mau bantu saya membentuk koperasi wisata? Komunitas atau koperasi wisata bisa dimanfaatkan untuk membangun kawasan wisata, jadi jelas bahwa saya tidak bisa sendirian. 

Banyak pihak harus bisa bersatu, untuk membuat kawasan wisata bermutu, khas desa Cilongok. Apalagi potensi kawasan wisata juga lumayan menarik. Misalnya, kita mampu mengundang 50 orang tamu setiap minggu, dimana setiap wisatawan bisa menghabiskan setidaknya Rp100ribu/orang, untuk bayar tiket masuk @Rp10rb, makan dan minum @Rp25rb, beli souvenir @Rp.50rb, dan bayar foto langsung jadi @Rp15rb.

Maka setiap bulan minimal ada 4minggux50orangxRp100rb = Rp.20jt perbulan dan seumpama keintungannya hanya 50% saja, maka keuntungannya sudah Rp.10jt/bulan.

Itu masih sedikit loh…

Karena satu kawasan wisata desa bisa menyerap paling tidak 100-3000 orang perhari. Artinya kalo bicara pesimis saja, setidaknya uang ratusan juta perbulan bakal mengalir deras…

sebagai contoh, Saung mang Ujo di Bandung, punya 500 warga yg mau bergabung di sanggar angklung mereka, dan mampu menyerap 1000 wisatawan per hari, hanya dari acara budaya saja, jualan souvenir dan penginapan yang hanya 7 kamar saja.

Di sebuah kawasan wisata di Bandung, membuat ruang makan seperti sarang burung. Bentuk unik seperti ini saja sudah bisa menyedot ratusan wisatawan…

Saya membayangkan seandainya tebing di tepi kali Erang dibuat jalan setapak yang rimbun seperti di atas, mungkin bisa menjadi daya tarik tersendiri.

Semua itu hanya bisa terjadi jika semua elemen masyarakat bisa bekerjasama mewujudkannya.

Jika belum tertarik, jangan kuatir, desa Cilongok punya rumah Wangsamijaya yang bisa dimanfaatkan sebagai pusat wisata desa, mungkin baru saja kita sadari bahwa kawasan wisata bisa menjadi penggerak ekonomi dan sebagai basis ekonomi suatu desa.

Yogya punya DAGADU, Bali punya JOGER; Banyuwangi punya OSING DELES

Lalu…. Cilongok punya apa….?

Cilongok punya Rumah WANGSAMIJAYA. dan kawasan desa Cilongok itu luas, jadi bisa dibuat jadi kawasan CROSS COUNTRY untuk sepeda, lari pagi dan jalan kaki.

Seluruh kawasan jelajahnya cukup dibuat sepanjang 5-10km saja, dan sepanjang rute tsb bisa dibangun kantong kantong pedagang sebagai tempat belanja buah, sayuran, bibit bunga, bibit tanaman obat, bibit tanaman buah, kaos batik khas desa dan berbagai macam souvenir, makanan, minuman, dsb.

Kalo sepi bagaimana…?

Gampang untuk bikin rame, karena setiap tahun desa Cilongok punya festival 17 Agustusan yg meriah, tinggal waktunya diperbanyak.

Kalo masih kurang banyak, masih bisa dibuat festival budaya, kirab budaya, lomba lari 5K, lomba fotografi, dan berbagai kegiatan yg menarik wisatawan.

Kalo kurang dana bagaimana…?

Nah ini rahasianya: SPONSORSHIP bisa kita mjnta dari BUMN/D dan PEMDA.

Kalo masih kurang juga, bisa dari biaya pendaftaran acara lomba, bisa juga dari perusahaan yg produknya kita gunakan atau dari donasi dan iuran anggota KOPERASI/Komunitas.

Sejatinya, gak ada uang yang datang tanpa kerja dan upaya, kalo cuman mau uang dari jasa parkir dan jasa preman, aah… itu mah sama sama dengan menurunkan derajat sukses kita ke titik yg paling rendah.

Kita bisa jadi BOS di kampung sendiri…. dan semua tamu bisa pulang dengan bahagia dan berkesan dari jasa pariwisata….

Semoga mimpi saya jadi kenyataan…. karena saya hanya memerlukan minimal 20 orang saja untuk membentuk koperasi. Perlu rapat umum pembentukan pengurus koperasi, penyerahan copy KTP, pembuatan ADART, penetapan akta notaris dan Kemenkop, lalu badan hukum siap.

Tapi jangan senang dulu…!!

Apa saja sih tugas anggota dan pengurus? Jangan cuman duduk diam saja sambil nunggu SHU tanpa kerja.

Ini dia tugas tugasnya buat para perintis kawasan wisata desa CILONGOK

Tahap 1

Rapat/diskusi rutin untuk persiapan konsep dan infrastruktur yg akan dibentuk. Dalam tahap ini akan muncul banyak perbedaan pandangan, perbedaan kepentingan, bahkan timbul rasa curiga terhadap mitra diskusi. Dari tahap ini lah akan terbentuk tim yang tangguh dan punya kekompakan dan visi yang sama. Namun sebaliknya, bisa juga gagal terbentuk tim besar, tapi bisa muncul tim kecil yang kuat dan lincah dalam menyusun konsep, strategi dan rencana aksi yang detil.

Tahap 2

Merealisasikan konsep tersebut dilapangan, mulai dari survey lapangan, sampai bawa cangkul dan jadi kuli mengeksplorasi kawasan potensi wisata.

Merapihkan lingkungan wisata, membuat kantong-kantong tempat belanja dan berdagang.

Melatih masyarakat menciptakan souvenir, pelatihan membuat batik khas cilongok, membuat produk kuliner, membuat produk clothing,  produk jajanan dan oleh oleh, sayuran, buah, dsb.

Tahap 3

Membangun kesadaran masyarakat wisata yg bersih, tertib, aman, nyaman dan indah. Tidak buang sampah sembarangan, tidak berebut tempat dagang yg kumuh dan merusak pemandangan, berbagi tugas dan peran.

Mengelola supplier untuk produk yg belum mampu dibuat sendiri.

Membuat pelatihan membuat jerajjnan tangan, membuat bibit bunga dan ranaman berkhasiat yang bisa dijual kepada wisatawan, dsb.

Tahap 4

Melakukan uji-coba dan promosi, dalam skala lingkungan, sehingga tatakelola kawasan mampu berjalan tertib.

Mengatur kawasan parkir dan tertib lalulintas karena jalannya kecil dan melewati desa desa lain sebelum sampai kawasan wisata.
Koordinasi dengan instansi dan aparat desa dan oemerintah setempat.

Tahap 5

Mulai memanfaatkan medsos dan media massa untuk publikasi. Pada tahap ini trafik wisatawan akan meningkat bertahap dan kerepotan baru akan mulai muncul dan semakin besar.

Tahap 6

Menyiapkan program/kalender kegiatan bulanan, triwulanan, semesteran dan tahunan untuk meramaikan kawasan wisata.

Membangun situs wisata baru yang membuat kawasan wisata semakin menarik.

Tahap 7

Berkompetisi dengan pasar nasional dan internasional melalui program unggulan.

Menjual rumah penduduk sebagai “hotel” yg murah meriah dengan standar kamar mandi dan tempat tidur yg nyaman.

Tahap 8

Membuat standar bagi hasil dan tatakelola yg adil dan saling mendukung.

Bisa saja hal ini ditetapkan pada tahap uji coba, namun biasanya belum terukur tingkat kesulitan dan sumberdayanya sehingga bisa salah hitung atau sulit terlaksana.

Setelah itu kita akan sampai pada puncak kegiatan untuk memelihara ekosistem bisnis supaya tetap nyaman dan menarik bagi wisatawan.

Jadi setelah skenario periapannya matang, selanjutnya konsep ini bisa disampaikan ke masyarakat, dan untuk mewujudkannya tentu saja saya perlu tim perintis yang mengerti visi dan misi rencana ini.

Mereka yang tergabung dalam group WA warga desa, saya anggap sebagai perintis yang melek teknologi, setidaknya punya WA dan mampu berkomunikasi, merekalah harapan saya untuk memulai langkah ini.

Setelah tim kecil terbentuk dan baru di susun action plan seperti yang sudah saya tulis secara singkat di atas.

Langkah tim kecil selanjutnya adalah membuat rincian rencana implementasinya… nah salah satunya tentu saja melibatkan masyarakat.

Kalo langsung melibatkan masyarakat… nanti judulnya ONE MAN SHOW, artinya cuman saya sendirian yang bergerak.

Tapi kalo kita bergerak bersama, tentu dampaknya lebih luas dan bermanfaat.

Saya tahu kalo untuk bergerak CEPAT saya bisa bergerak sendiri saja…

Tapi kalo saya ingin menjelajah JAUH, tentu saya butuh tim inti yang mengerti peran dan tugasnya.

Sampai disini langkah saya bisa saja terhenti… tapi bukan berarti mimpi itu berakhir, karena saya akan terus mencoba sampai saya lelah dan menikmati hari tua bersama keluarga saya sendiri….

Advertisements

About herusidik

Sedang belajar supaya bisa berguna buat sesama.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s