Seribu bibit, seribu petani dengan seribu harapan

Seribu bibit…. !!

Ini cuman jargon untuk mendongkrak semangat menanam bibit buah unggul. Sebenarnya, ada lebih dari 1800 bibit Musangking yang dibagikan, dan masih akan ditambah lagi dengan bibit tanaman lain yang sekarang sedang disiapkan, salah satunya adalah Delima Spanyol.

image

Pembagian 1000 bibit durian musangking

Mengapa begitu banyak bibit harus dibagikan. Beberapa pertimbangan penting berikut ini bisa menjadi alasannya.
1. Seluruh bibit yang ditanam, mungkin hanya sebagian saja yang mampu bertahan hidup sampai berbuah, karena petani hanya melihat bibit ini sebagai tanaman sampingan.
2. Seluruh tanaman yang mampu tumbuh, nantinya akan dipangkas, supaya cabangnya banyak dan produktif, lalu hasil pangkasnya, biasa disebut entres dan bisa dikembangkan jadi bibit baru. Para pembibit menyebutnya saat pemangkasan sebagai panen entres, karena bibit yang dihasilkan bisa ditanam lagi atau dijual. Semakin besar bibitnya, semakin mahal harganya.
3. Membudidayakan tanaman buah bersama sama, akan memudahkan pemasarannya jika dikumpulkan dan dijual bersama, melalui komunitas atau kelompok tani.
4. Semakin menarik produknya, semakin banyak yang akan tertarik untuk bertanam, dan populasi pohon buahnya akan semakin banyak.
5. Kekuatan komunal, akan lebih dahsyat saat semuanya punya visi dan tujuan yang sama dengan satu tempat belajar di RUMAH KAYU WANGSAMIJAYA, sebagai tempat berkumpul dan belajar menemukan solusi atas setiap masalah yang sama sama kita hadapi.

Semua alasan diatas, perlu dukungan dan partisipasi semua pihak secara sukarela dan sadar akan kekuatan komunal. Membangun ekosistem kekuatan ekonomi, perlu waktu panjang, dan tidak banyak orang yang mampu “melihat” nya dalam jangka pendek.
image

Petani, tentu akan terus dibimbing melalui kebun percontohan yang ada di Tegalan Cara, dimana saat ini sedang dibangun Rumah Wangsamijaya, sebagai tempat berdiskusi dan belajar bersama mengatasi masalah di lapangan. Jadi suksesnya seluruh impian ini, bukan terletak pada bantuan orang lain, tapi berasal dari kebersamaan dan kekompakan masyarakatnya dalam merespon tantangan jaman.

Semua kegiatan ini, bukan kegiatan politik atau gerakan sosial, namun merupakan gerakan moral supaya kita bisa melangkah tegap di kampung sendiri, jadi panutan bagi kampung lain dan bahkan menjadi ujung tombak pertumbuhan kawasan agrowisata terbaik di masa depan.

Ayo kita pikirkan caranya…!

Penulis: Heru Muara Sidik

Kebun Musangking

Sudah dua hari menjelang keberangkatan saya ke desa Cilongok, Balapulang, Tegal, pikiran saya selalu terganggu dengan proses persiapan yang serba tidak jelas.

Komunikasi dengan semua pihak sepertinya kurang efektif, daftar peserta tidak mencapai seribu orang, bahkan berapa banyak tamu yang akan datang juga kurang jelas jumlahnya.

Sampai-sampai, malam pun menjadi sulit untuk tidur, dan ketika tidurpun, pikiran masih kalut dengan berbagai kemungkinan.

Jumat pagi, saya bergegas ke kantor dengan taksi, karena siang hari saya akan dijemput pak Woro dan Iik, untuk berangkat ke Tegal. Sesuai rencana, akhirnya Jumat malam, saya tiba di Buniwah tempat pertemuan keluarga besar Wangsamijaya biasa berkumpul untuk menyelesaikan seribusatu masalah. Disini pula saya sudah semakin gelisah karena tidak tahu apa yang akan kita lalui besok. Padahal saya datang satu hari lebih awal, supaya punya persiapan yang cukup untuk mengantisipasi acara besar pada hari Minghu, tanggal 17 Agustus 2014.

Pagi hari saya awali dengan ziarah ke makam…

View original post 448 more words

Advertisements

About herusidik

Sedang belajar supaya bisa berguna buat sesama.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

2 Responses to Seribu bibit, seribu petani dengan seribu harapan

  1. Ahmad Marzuki says:

    1000 perubahan utk Cilongok yg lebih baik,
    Semoga masih ada 1000 bibit lagi yg bisa dibagikan,
    Sebagian blok kidul curug baok belum kebagian Pak.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s