Sejarah Desa Cilongok

Merupakan sebuah desa kecil yang terletak di kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal. Desa kecil yang terletak dikaki gunung Slamet ini, dulu kala didirikan oleh seorang kepala dusun bernama mbah Kesi, dan sampai hari ini makamnya sering dikunjungai masyarakat desa sebagai penghormatan kepada jasa jasa beliau.
image

Menurut cerita dari pakde Sutardjo, atau saat sepuh dipanggil Haji Amani, desa ini diberi nama desa Cilongok, karena terletak di tebing yang tinggi, dimana pada sebelah timur desa, ada bukit yang puncaknya bisa digunakan untuk mengintai kondisi desa disekitarnya. Oleh karena pada saat perang kemerdekaan, banyak digunakan untuk melongok kondisi sekitarnya, maka diberi nama desa Cilongok.

Pakde Sutardjo, merupakan putra ke dua dari mbah Waryat Wangsamidjaya, yang merupakan salah satu kepala desa di tahun 1960an, yang telah berjasa membangun saluran air irigasi, sehingga desa Cilongok tidak pernah kekeringan, sampai saat ini. Pakde Sutardjo sendiri adalah kakak kandung dari Bapak Haji Drs. Soedarso, yang semasa hidupnya telah merantau ke kota Jakarta, dan setiap tahun kembali ke desa Cilongok, untuk bersilaturahmi dan menggoreskan cita-citanya untuk memajukan desa Cilongok, sebagaimana telah dilakukan oleh ayahnya, mbah Waryat Wangsamijaya.

Sejak tahun 1970an, saat saya masih kecil, saya sudah sering di ajak keliling dari desa ke desa mengunjungi keluarga besar mbah Waryat Wangsamijaya, dimana 10 orang anak-anaknya, hidup tersebar ke desa lain disekitarnya, mulai dari desa Karangjambu, Tembongwah, Danareja, Danasari, Buniwah, Bojong, kota Jakarta, Banjarmasin, Maldives dan yang terjauh adalah Rouen-Perancis.

Lapangan Playangan
Menurut cerita Adi Suswoyo, lapangan Playangan adalah salah satu dari sekian tanah bengkok desa yang tersebar di wilayah desa cilongok. Tanah playangan yang terletak disebelah timur pemukiman penduduk dgn luas 1 ha, adalah bengkok milik kepala desa, atau tanah desa yg keberadaanya menjadi jatah kepala desa untuk menggarapnya, sebagai pengganti operasional kegiatan kepala desa.

Seiring berjalanya waktu, tanah playanganpun menjadi teman hidup semua pejabat pemerintah dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Dari tahun ketahun, periode ke periode perjalanan kepemimpinan pun berjalan sukses tanpa ada masalah. Dari kepemimpinan Ki Waryat, H. Amani, dan Bpk. Sukardi Wijaya, tanah playangan tetap menjadi hak pakai untuk operasional kepala desa….sampai akhirnya kejadian itu harus kita alami. Sebuah gejolak dari sebuah tragedi kepemimpinanpun terjadi, tepat pada 1 tahun kepemimpinan Bpk Bambang Riyanto, dimasa masa era reformasi gejolak demokrasi terjadi, Bpk. Bambang yang menjadi kepala desa ke 4, harus meninggalkan kursi jabatan nya sebelum habis masa jabatannya.

Kekosongan kepemimpinan terjadi, sementara perda untuk kepala desa masih berjalan 7 tahun lagi, alhasil BPD dan tokoh masyarakat dgn berkonsultasi pada pihak terkait memutuskan untuk mengisi kekosongan tersebut dengan mengangkat sekdes desa cilongok Bpk. Kadir sebagai pejabat sementara kepala desa, sampai perda selesai serta suhu politik di desa cilongok kembali normal.

Pemuda yang menjadi tokoh perubahan, pemimpin masa depanpun tidak mau kalah memberi masukan untuk terciptanya sebuah iklim yang sejuk serta tatanan yg lebih baik. Lapangan olahraga yang menjadi sentra kegiatan pemuda pun tidak lepas dari pengamatan dan usulan untuk diperhatikan. Setiap perubahan perlu pengorbanan itu nasihat lama yang perlu diingat. Pemuda sepakat untuk meminta kepada pihak terkait untuk melepaskan separoh tanah bengkok Playangan untuk menjadi lapangan sepak bola. Perjuangan pemuda pun berhasil, surat keputusanpun dibuat, Playangan lepas, menjadi lapangan, dan ini juga merupakan sebuah pengorbanan dari semua pihak yang akan menggunakaan hak pakai atas tanah tersebut untuk menjadi bagian dari penghasilaya setelah menjabat kepala desa.

Puisi Playangan

Saat pagi perubahan tiba
Mentari pagi kobarkan semangat
Tak kenal lelah…
Tak putus asa….
Tuk Menggapai mimpi
Menjadi nyata.

Dengan modal semangat
Dengan modal kebersamaan..
Playangan pun menyerah kalah…
Pasrah….
Rela menjadi Bagian dari sebuah legenda..

Konsekuensi Lokal
Surat keputusan Bersama yg dibuat oleh Lembaga pemerintah dan tokoh masyrakat sebaagai wujud dari tuntutan pemuda pun dibuat serta dibaca pada saat peresmian lapangan waktu itu, Bapak Supardi (alm ) selaku ketua BPD membacakan poin demi poin keputusan tersebut, memang benaar setiap keputusan pasti ada sisi dimana semua pihak harus legowo dengan keputusan tersebut, salah satu point putusan adalah Kepala desa tepilih diminta untuk merelakan tanah bengkok tersebut menjadi lapangan desa cilongok, dan disisi lain berbunyi apabila pemuda tidak menjaga serta memelihara dan memanfaatkan fasilitas tersebut, maka keputusan bisa dikaji ulang.

Keputusan telah diambil serta melahirkan konsekuensi lokal, disisi lain pemerintah harus legowo dan pemuda pun diminta untuk menjaga keputusan tersebut.

Perjalanan panjang lapangan telah dibuat, mungkin menyisakan luka dihati beberapa orang serta melahirkan kebanggaan pada beberapa orang yang lain. Dan saya (adi sus) berharap perjalanan ini bisa dijadikan tolok ukur bagi perjalan panjang pemuda di masa depan.

Kondisi Sosial Ekonomi

Warga desa Cilongok hampir 90% berpenghasilan atau pokok matapencaharian dari pengolahan hasil bumi, walau harus jujur diakui juga, bahwa setelah masa olah tanah selesai , maka hampir dipastikan kepala keluarga akan meninggalkan kampung halaman untuk mencari penghasilan tambahan mengadu nasib dikota besar, apalagi saat pertanian diprediksi akan gagal panen karena hama tikus yang menjadi musuh kaum petani datang menyerang, kondisi seperti ini tidak bisa terelakan.

Cilongok adalah desa yang punya tanah subur dengan masa olah panen bisa mencapai 3 kali dalam setahun, karena sawah didesa Cilongok sistem pengairannya bukan cuma tanah tadah hujan, tapi tanah yang punya pengairan yang cukup memadai untuk mengairi 119,245 ha area pesawahan yang tersebar dibeberapa blok, serta ditambah area sawah milik pemerintah desa tetangga, yang menjadi hak milik dari warga desa cilongok.

Tanah kita adalah tanah surga, yang telah diberikan Tuhan Sang Pencipta kepada warga desa Cilongok untuk diolah menjadi sumber penghasilan serta kekayaaan yang melimpah, tinggal bagaimana kami diberi dan dbekali ilmu kreatif dan menjadikan lahan kita menjadi lahan produktif.

Kerja sama dan dukungan berbagai pihak, terutama pihak terkait didalamnya sangat dibutuhkan warga, bagaimana warga bisa mengolah tanah dengan modal minimal tapi hasil maksimal, pupuk dan obat-obatan terjangkau, sehingga penghasilan maksimal bisa kami dapatkan…

Masa kini
Saat ini, perkembangan pendidikan di desa Cilongok begitu pesatnya, sehingga  seluruh masyarakatnya banyak yang merantau keluar desa dan menjadi orang yang berhasil hidup sejahtera di perantauan. Hal ini menjadi penyebab masyarakat tani semakin sulit mencari tenaga kerja, belum lagi kondisi hama tikus yang terus menyerang sawah, telah mengakibatkan kesulitan ekonomi bagi sebagian masyarakatnya.

Oleh karena itu, sejak awal tahun 2013, tepatnya tanggal 29 Maret 2013, kami berkeinginan membuat tonggak sejarah bagi desa Cilongok, dengan menawarkan program pemberdayaan masyarakat desa, melalui program “Membangun Sentra Durian Musangking”. Program ini bukan suatu yang muluk atau sulit dicapai, namun membutuhkan bantuan dan peran serta masyarakat desa untuk terlibat aktif dalam mewujudkannya.

Selain itu program ini juga tidak bisa berdiri sendiri, namun harus berkelanjutan dan melibatkan desa sekitarnya. Oleh karena itu, pada tanggal 17 Agustus 2014, seusai upacara perayaan hari Kemerdekaan NKRI ke 69, kami menyelenggarakan acara pembagian 1000 bibit untuk 1000 petani yang berasal dari 4 desa, yakni desa Cilongok, desa Tembongwah, desa Danareja, dan desa Danasari.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari korporasi seperti PT Telkomsel, Komunitas pembibit P2BI (Paguyuban Pembudidaya Buah Indonesia) dan Aparat desa yang terlibat.
image

Selepas kedua acara tersebut, pada Juli 2015 nanti, kami akan mengadakan program “Kewirausahaan Masyarakat Desa Cilongok” berupa program pelatihan selama sehari penuh, sebagai bagian kelanjutan dari program-program sebelumnya.

Tanggal 14 Mei 2015, telah terukir satu sejarah baru. Pada siang hari telah di bayar uang muka pembuatan rumah panggung yang terbuat dari kayu serdang. Rumah ini, merupakan rumah sebagai simbol pemersatu yang bernama Rumah Wangsamijaya. Rumah ini diharapkan selesai dan bisa digunakan pada tanggal 19 Juli 2015, sebagai tempat berkumpulnya para kerabat dan warga sekitar untuk melihat rumah ini pertamakali dihuni.

Begitu seterusnya, setiap langkah bersejarah akan menjadikan desa Cilongok menjadi desa unggul dimasa depan.

Advertisements

About herusidik

Sedang belajar supaya bisa berguna buat sesama.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

6 Responses to Sejarah Desa Cilongok

  1. Sam sugay says:

    Kisah kali gamping durung mlebu, karo sing playangan dadi lapangan bola.

    Like

  2. mubin says:

    Wah bisa diser. nih um

    Like

  3. buto cakil says:

    Banyak warga desa cilongok yg tdk tahu cerita dibalik pembutan lapangan playangan…karena disana ada cerita. Penghinaan , caci makian, fitnahan , olok olokan, sumpah serapah, bahkan kedurhakaan seorang anak sama orang tuanya. Mereka tidak tahu betapa sakit hatinya saat itu gara2 memperjuangakan kepentinggan yg saat ini dpt dirasakan manfaatnya bersama sama.
    Mereka tidak tahu kalo orang2 yg dulu meremehkan, menghina, mencaci maki, memfitnah adalah orang yg boleh dibilang terpandang dan bahkan ada banyak sekarang yg menjabat aparat desa.
    Sebenarnya mereka dulu hanya diam diajak berjuang dan mengerjakan lapangan mereka tdk mau.

    Like

  4. dadang dudung says:

    Marilah kita bergotong royong membangun desa kita. Agar lebih maju..

    Like

  5. wahyu says:

    Kedung PPK durung ana critane
    Nyong penasaran singkatane apa

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s